Kamis, 31 Maret 2011

BANTUAN SISWA MISKIN DISUNAT


Bireuen
Lagi-lagi bantuan siswa miskin yang  di khususkan untuk siswa-siswi miskin disekolah-sekolah terjadi pemotongan, walaupun pemotongan tersebut dari hasil keputusan musyawarah, tetapi jika berpegang pada Surat Keputusan perihal dana tersebut disitu jelas tercantum bahwasannya tidak ada pemotongan dalam bentuk apapun kecuali untuk kepentingan siswa-siswi tersebut dan bukan pemotongan untuk PENGELOLA. Berdasarkan informasi yang kami dapatkan dari salah seorang guru di MTsN Bireuen, perihal masalah BSM, MEDIA INI melakukan Investigasi kelapangan untuk mengcroschek kebenaran informasi tersebut. Dari nara sumber yang dapat kami percaya, juga mendapatkan informasi yang bahwasanya bukan dana BSM aja yang bermasalah, tetapi masalah pagar juga ada dan 2 unit computer bantuan Red Cross, TIM menanyakan apakah pagar yang buat tersebut sudah selesai? “mana ada bang, sampai sekarang kami guru gak tau kemana lari nya”. Begitu ujar salah seorang guru di MtsN Bireuen dan di iyakan oleh beberapa guru lainnya.
Disaat MEDIA INI melakukan Investigasi kelapangan yaitu MTsN Bireuen kami berjumpa dengan Bendahara sekolah yaitu bapak Junaidi, S.Pd, karena Bapak Hasbi,S.Ag lagi dirawat dirumah sakit dalam keadaan sakit, Tim juga sempat mewanwancarai  Bapak Junaidi,S.Pd, perihal informasi masalah pemotongan dana BSM tersebut, Bapak Junaidi,S.Pd menjelaskan bahwasanya untuk tahun ajaran 2009/2010 MTsN Bireuen memperoleh Alokasi Bantuan Beasiswa Miskin Periode I, untuk sejumlah 138 murid  masing-masing menerima Rp.60.000/bulan yang dibayarkan secara kontan atau sekaligus atau setahun yaitu sebesar Rp.720.000/siswa, berarti dengan jumlah keseluruhan dana yang diterima MTsN Bireuen sebesar Rp. 99.360.000. Masih keterangan dari Bapak Junaidi,S.Pd selaku bandahara ,pihak sekolah saat melakukan pengajuan melampirkan sebannyak 200 siswa, tapi yang keluar hanya sebanyak 138 siswa, jadi yang sisa namanya tidak keluar kita ambil sebagian uang dari 138 siswa untuk di berikan kepada 62 siswa yang namanya tidak keluar sebanyak Rp.200.000/ siswa.
Saat MEDIA INI melakukan investigasi ke 2 ke MTsN Bireuen, kami disambut oleh Kepsek MTsN Bireuen yaitu Bapak Hasbi,S.Ag dan  T.M.Yusuf Saidi selaku ketua Komite Sekolah, MEDIA INI mempertanyakan perihalan pemotongan uang sebesar Rp.20.000 untuk pengelola sedangkan di SK sendiri jelas-jelas tidak tercantum uang untuk pengelola, beliau menjawab,pemotongan yang kita lakukan adalah sesuai dengan hasil musyawarah dengan wali murid yang bertanggal 28 Agustus 2010 dan juga sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Depag Bireuen,saat kami mewanwancarai Kepsek itu merupakan hari tugas terakhir MTsN Bireuen karena dimutasikan ke MTsN Jeunib dan dan Kepsek Mtsn sekarang adalah Bapak Drs.Rusdy.
Berdasarkan informasi tersebut MEDIA INVESTIGASI TIPIKOR melakukan konfimasi ke Depag perihal tersebut, Depag sendiri Melalui Ka.Majelis Pendidikan (MAPENDA) Bapak Yunus S,Ag terkejut dengan informasi tersebut dan Bapak Yunus,S.Ag mengatakan kita tidak menerima pemberitahuan akan hal pemotongan dana BSM untuk PENGELOLA di MTsN Bireuen. Bapak Yunus S.Ag langsung menghubungi Kepsek MTsN Bireuen Bapak Hasbi.S.Ag dan mempertanyakan serta mengintruksikan untuk mengembalikan dana yang sudah di potong dari siswa.
Cukup ironis memang seorang tenaga abdi Negara yang ditugaskan Negara dan digaji oleh Negara bertingkah demikian, karena BSM Jelas-jelas diperuntukkan untuk siswa-yang berkehidupan miskin. Kapan Negeri ini terbebas dari perihal PENYUNATAN dalam hal dana Publik. (FB)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar